pembuatan paspor untuk bayi secara online

Salah satu dokumen penting, khususnya buat yang hobi traveling, yang harus dimiliki adalah Paspor.

Sejak Madeline masih di dalem perut, Omanya udah wanti-wanti supaya Madeline cepat dibuatkan Paspor. Sebelum Akte Kelahiran Madeline jadi, pesan tersebut diulang lagi, dan minggu lalu lagi-lagi Oma nanyain, “kapan Madeline dibuatin Paspor?” (Oma is very eager to take her traveling).

Kebetulan Paspornya Diaz habis masa berlaku bulan September 2012 ini, jadilah sekalian perpanjang Paspor untuk Diaz, si Madeline dibuatin Paspor juga. Walaupun rencana ngajak Madeline jalan-jalan ke luar negeri baru ada tahun depan.

Setelah browsing sana sini, cara paling efisien untuk pembuatan Paspor adalah secara online, karena input data sudah dilakukan oleh pemohon jadi prosesnya lebih cepat, petugas imigrasi tidak perlu memasukkan data pemohon. Memangkas 1 hari kunjungan ke Kantor Imigrasi (Kanim) dan meminimalisir kesalahan data.

Lagian kalo ada fasilitas online, yang tumben-tumbenan ada di Indonesia, kenapa juga nggak dimanfaatin?

HARI 1 – 4 SEPTEMBER 2012

Untuk aplikasi Paspor bayi baru, dokumen-dokumen yang perlu di-scan adalah:
1. KTP orang tua (salah satu)
2. Akte Kelahiran anak
3. Akte Pernikahan orang tua
4. Kartu Keluarga
5. Paspor orang tua (salah satu)

Sedangkan untuk perpanjangan Paspor, dokumen-dokumen yang perlu di-scan adalah:
1. KTP
2. Akte Kelahiran
3. Kartu Keluarga
4. Paspor lama
Formatnya adalah JPEG dan ukurannya tidak lebih dari 1,8MB.

Isi ‘formulir’ online di website Imigrasi, pilih Pra Permohonan Personal. Untuk tata cara yang lebih jelas bisa dibaca di sini atau di sini. Pastiin semua data yang dimasukin benar dan sesuai dengan dokumen yang ada.

Btw… Untuk nomor identitas Madeline yang saya masukin adalah NIK Madeline di Kartu Keluarga, dan untuk tanggal ID dikeluarkan/berlaku sampai dengan kapan saya masukin dari KTP Diaz (KTP salah satu orang tua).

Setelah formulir sudah diisi, waktunya peng-upload-an dokumen. Bagian ini agak-agak lama ya nek! Dan kadang-kadang pas lagi di-upload terus hang aja gitu, jadi harus ngulang dari awal. Saya sempet harus mengulang beberapa kali, jadi sabar-sabar aja ya!

Setelah itu tinggal pilih mau foto di Kanim mana dan tanggal berapa. Tadinya sih kami mau ke Kanim Jakarta Selatan yang deket rumah. Tapiii… Tanggal available untuk foto baru bulan Maret 2013 aja gitu! Eksis sekali Kanim ini!

Kayanya sih ini khusus untuk yang aplikasi online aja, kalo aplikasi manual sih kayanya nggak harus nunggu 6 bulan untuk foto. Tapi karena kami mau memangkas 1 hari kunjungan ke Kanim tadi, ya udahlah akhirnya kami pilih Kanim Jakarta Utara (hail Gading!), yang bisa langsung foto keesokan harinya. Kami pilih hari Kamis, 6 September 2012.

Kalo aplikasi online-nya sukses, kita bakalan dapet tanda terima pra permohonan dengan format PDF. Jangan lupa di-print dan dibawa pas hari kedatangan ke Kanim.

HARI 2 – 6 SEPTEMBER 2012

Untuk aplikasi Paspor bayi baru, dokumen asli yang dibawa adalah:
1. KTP orang tua (dua-duanya)
2. Akte Kelahiran anak
3. Akte Pernikahan orang tua
4. Kartu Keluarga
5. Paspor orang tua (dua-duanya)
6. Formulir Pernyataan Orang Tua (warna biru), yang ditandatangani salah satu orang tua di atas materai Rp 6.000,-. Formulir ini dibeli di koperasi Kanim bersama dengan map seharga Rp 13.000,-.

Sedangkan untuk perpanjangan Paspor, dokumen asli yang dibawa adalah:
1. KTP
2. Akte Kelahiran
3. Kartu Keluarga
4. Paspor lama
5. Formulir Pernyataan Perpanjangan Paspor (warna kuning), yang ditandatangani di atas materai Rp 6.000,-. Formulir ini dibeli di koperasi Kanim bersama dengan map seharga Rp 13.000,-.

Semua dokumen tersebut difotokopi (kecuali Formulir Pernyataan) dan dimasukin ke dalam map. Tanda terima pra permohonan online disteples di luar map.

Kami sampai di Kanim sekitar jam 7.20 dan udah ada beberapa orang yang ngantri, baik untuk permohonan baru (antrian sebelah kiri pintu masuk) atau yang foto (antrian sebelah kanan pintu masuk).

Jam 8 kurang, ada petugas yang bagi-bagiin formulir permohonan baru (Formulir PERDIM 11, kalo nggak salah). Nggak tau sih sebenernya kalo udah daftar online, apakah harus diisi juga itu formulir? Untuk jaga-jaga saya langsung isi aja dan dimasukin ke dalam map.

Lalu petugas di depan pintu akan mengecek kelengkapan dokumen dan memberikan nomor antrian. Ambil nomor antrian sesuai dengan jumlah aplikasi. Tinggal nunggu nomor antrian dipanggil di loket 1.

Di loket 1 ini, semua dokumen diverifikasi sesuai dengan aslinya. Kalo semua data dan dokumen lengkap dan sesuai, sekitar 10-15 menit kita akan dipanggil lagi untuk lanjut ke proses pembayaran di loket 3, dengan mengambil nomor antrian lagi.

Biaya pembuatan Paspor 48 halaman adalah Rp 255.000,-. Setelah proses pembayaran, tinggal nunggu giliran untuk foto di loket 4. Nunggu giliran foto ini yang agak memakan waktu.

Cara foto Paspor bayi adalah bagian badan Ibu dilapisi kain putih, kemudian bayi didudukkan di pangkuan Ibu. Daaan… mengambil foto Paspor bayi itu nggak gampang! Hasil foto Madeline agak blur, karena shutter speed kamera yang agak lambat dan low light setting, jadi begitu Madeline gerak dikit ya langsung blur. So much for wanting her smile for the camera… ya sudahlah ya…

Oh ya selama nunggu giliran foto, si Madeline nunggu di mobil. Karena ruang tunggu di Kanim JakUt ini sangat sempit. Ada AC dan lumayan dingin sih, cuma ya itu sempit dan sumpek, plus banyak orang yang batuk-batuk/bersin-bersin.

Setelah foto, menunggu sebentar lagi untuk proses wawancara di loket 5. Wawancara ini sebenernya lebih ke pengecekan data, pastiin semua data benar dan nggak ada typo error, karena kalo ada typo error nanti ke depannya malah lebih susah.

Dan proses pembuatan Paspor pun selesai. Dapet tanda bukti terima yang dipakai untuk pengambilan Paspor. Paspor akan jadi dalam 4 hari kerja.

Jam 10 pas, semua urusan kelar dan kami keluar dari Kanim, ya lumayanlah nggak terlalu lama-lama amat.

HARI 3 – 12 SEPTEMBER 2012

Malam sebelumnya, saya mengecek status permohonan Paspor Diaz & Madeline di website Imigrasi, dan status yang tercantum adalah: Serahkan Paspor. Artinya Paspor sudah selesai dan dapat diambil.

Jam pengambilan Paspor adalah Pk 13.00-15.30. Sekitar jam 1-an saya sampai di Kanim JakUt lagi dan langsung ke loket 2. Nggak berapa lama dipanggil dan Paspor diberikan.

Petugas kemudian meminta saya memfotokopi bagian depan dan belakang Paspor. Fotokopian tersebut diberikan kembali ke petugas sebagai file mereka. Fotokopi aja di koperasi Kanim, orangnya udah langsung tau.

image

BIAYA-BIAYA PEMBUATAN PASPOR:
Map + Formulir Pernyataan: Rp 13.000,-
Paspor 48 halaman: Rp 255.000,-
Fotokopi halaman depan dan belakang Paspor baru: Rp 1.000,-

TIPS:
1. Daftarlah secara online. Lumayan kan cuma perlu dateng ke Kanim 2 kali aja, nggak perlu sampe 3 kali.
2. Pilih Kanim yang kira-kira tidak terlalu banyak pengunjungnya, supaya antrian tidak terlalu panjang. Menurut saya, Kanim JakUt pengunjungnya bisa dibilang tidak terlalu banyak.
3. Sebaiknya bayi menunggu di mobil atau tempat lain yang lebih nyaman sampai hampir giliran foto.
4. Jangan lupa bawa pen, memudahkan kalo harus ada yang diisi-isi.
5. Nomor antrian (baik untuk permohonan atau foto) hanya dibagikan sampai jam 10, jadi jangan dateng siang-siang.

OVERALL…
Mengurus Paspor sendiri memang memakan lebih banyak waktu dan tenaga, dibandingkan kalo dengan bantuan biro jasa. Tapi bukan berarti susah dan tidak mungkin, apalagi sekarang informasi sudah semakin tersedia luas. Pihak Imigrasi pun juga semakin transparan dan para petugas di Kanim JakUt juga sangat membantu (salut untuk instansi-instansi pemerintahan yang terus berupaya menjadi lebih baik, membantu dan memudahkan masyarakat). Dan yang terpenting, lebih murah juga kan?

About these ads

35 responses to “pembuatan paspor untuk bayi secara online

  1. bulan juli kemaren gue jg baru perpanjang passport, apply online juga, di kanim jakarta timur. lebih pendek antrian di loket verifikasi data dan hemat waktu. harga map+formulir Rp 5.000. -> harganya emang beda2 nih di tiap kanim, ada temen yg beli 15.000.. :D

    • Iya lebih efisien ya apply online. Seneng deh kalo Indonesia makin memanfaatkan teknologi kaya gini, semoga ke depannya makin membaik ya.
      Iya kayanya harga map itu beda-beda, di Kanim JakSel kayanya 15.000rb.

  2. nope! formulir and map kanim jaksel only 5000 aja tuh! ni baru kelar dari imigrasi.. mengenai ruangan kanim jaksel luas dan bagus makanya banyak yg nge fans sama ni kantor.. ada nursery room nya loh! tp yang bikin males antrian pada saat pembayaran.. mau pengsan kedinginan.. karena loketnya cuma 2 sih.
    ada satu yang kurang, coba dibangun playground ya, biar si kecil gak bete..
    sekian dr saya.. :)

    • Kayanya tiap Kanim beda-beda tuh harga map + formulir. Kemarin itu sama materai sekalian materai 6000 juga sih.

      Iya katanya emang bagus Kanim Jaksel. Cuma males banget harus nunggu 6 bulan buat foto.

      Thanks for sharing ya.

  3. Pingback: semarang trip 2012 | domesticated life·

  4. Thanks banget . lg coba ngurus perpanjangan paspor dari splp anak saya. kebetulan juga lahirnya 12 mei 2012 , jarak 1 hari dari madeline :)

  5. @Angela, Paspor anak saya sudah kelar, tinggal diambil, total biaya 255 rb utk SPRI + 25 rb untuk materai, fotokopi dan formulir. lokasi pembuatan di kanim kelas II Pematangsiantar, Lama waktu antri dari submit dokumen hingga foto skitar 1 jam. Catatan buat yang mao buat perpanjangan paspor bayi jangan lupa bawa paspor kedua orang tua. Thanks buat bro boyke di KANIM II Pematangsiantar yang pelayanannya mantaps banget

  6. Maaf mbak, mau tanya, kalo mau bikin paspor anak umur 10 tahun dan 4 tahun, harus pakai surat kuasa ortu nggak ya? Dan untuk dokumen fotocopy paspor orang tua, boleh paspor ayah saja? karena saya baru mau bikin, trims

    • Setau saya sih untuk anak di bawah umur perlu surat kuasa ortu, mbak.

      Dan untuk fotocopy Paspor saya rasa bisa ya cuma copy ayahnya aja, toh mbak mau barengan kan buat paspornya sama anak-anak?

  7. Hai sis,
    Gw ikuti cara2nya. Tp koq tiap mo upload foto ktp selalu keluar kata2 crop the rectangular.. Kira2 sis nemui masalah yg sama gak ya? Pusing d, masa saya hrs daftar manual…

  8. wah ini pas banget artikelnya , kebetulan lagi mo perpanjang pasport dan bikin buat baby saya… di kelapa gading juga… moga2 suksesss bikinnya.. thanks yah :)

  9. hi mba angela, mau tanya, apakah mas diaz tidak diminta surat keterangan kerja dari kantor? dari info yang saya dapat, bila kita mengisi pekerjaan ‘Pegawai Swasta’, akan diminta surat keterangan dari kantor, sedangkan pekerjaan saya saat ini adalah freelance. bagaimana pengalaman mba angela kemarin?

  10. saya bikin online, di kanim tg priok, saya perpanjang dan istri saya buat baru…selesai cuma 2,5 jam dan tinggal tunggu 3hari ,dan tinggal ambil diloket depan…. bener2 sudah mudah sekarang

  11. oh iya.. di kanim tg priok saya ga ada biaya map dan materai… saya cuma bayar 1x 255.000 (1 org) di loket 6 sebelum foto dan wawancara.
    bener2 mudah deh, mending ga usah pake calo

  12. Bagaimana kalau bikin paspor anak yang campuran bapanya orang luar negeri. ? Sedangkan persaratan tidak komplit

    • Saya kurang tahu kalau untuk paspor anak perkawinan campuran, setahu saya harus punya paspor kewarganegaraan ayah dulu (kalo ayah wna) baru bisa buat paspor indonesia. Untuk lebih jelasnya mungkin bisa dilihat website dirjen imigrasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s